Kerajinan Batik Trusmi Cirebon
Tidak hanya Pekalongan saja yang terkenal dengan ciri khas batiknya, Cirebon pun memiliki identitas batik yang sudah turun temurun dari keraton. Daerah pengrajin batik Cirebon dapat ditemui di Desa Trusmi, berjarak 4 km dari kota Cirebon. Di sepanjang jalan utama hingga Panembahan, 1,5 km dari Desa Trusmi, berjejer showroom batik yang dapat diikuti oleh para wisatawan. Konon, Desa Trusmi memulai membatik lantaran adanya peranan dari Ki Gede Trusmi, yakni salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati yang turut mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan agama Islam.
Batik Cirebon terkenal sebagai golongan Batik Pesisir, namun adapula yang tergolong kepada Batik Keraton. Disebut sebagai batik keraton karena Cirebon sendiri memiliki dua buah keraton, yakni Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang dari keraton-keraton tersebut memunculkan beberapa desain motif batik Cirebon Klasik seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Lian, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Ayam Alas, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, dan lain-lain
.
Warna-warna dominan dari batik Cirebon Klasik ini biasanya berwarna kuning, hitam, dan warna krem sebagai dasar, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan dasar krem atau putih gading. Umumnya, warna dasar kain lebih muda dari warna garis pada motif utamanya. Desain batik Cirebonan ini umumnya selalu mengikutsertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian motif-motif tertentu. Adapula unsur ragam hias berbentuk awan pada bagian-bagian yang disesuaikan dengan motif utamanya.
Sedangkan pada Batik Cirebon Pesisir, lebih banyak warna yang bermain dalam menghiasi motif-motif batik. Unsur-unsur warna lebih terang dan cerah, serta memiliki bentuk ragam hias yang bebas dengan memadukan unsur binatang dan bentuk flora yang beaneka rupa. Batik Pesisir ini dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh budaya asing. Pada daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing yang singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis yang berbeda (asimilasi), maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh budaya dari luar yang dibawa oleh pendatang. Oleh sebab itu, batik Cirebon Pesisiran lebih cenderung untuk bisa memenuhi atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah.
Produksi batik Cirebonan pada masa sekarang terdiri dari batik Tulis, batik Cap, dan batik kombinasi tulis cap. Pada tahun 1990 – 2000 ada sebagian masyarakat pengrajin batik Cirebonan yang memproduksi kain bermotif batik Cirebonan dengan teknik sablon tangan (hand printing), namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah, dikarenakan kalah bersaing dengan teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar.
Sumber : http://www.disparbud.jabarprov.go.id
Photo :http://ceritakain.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar