Mengenal Motif Batik Indonesia
1.Motif kawung

Kawung dalam bahasa Sunda berarti buah aren atau kolang-kaling. Motif
kawung menyerupai buah kolang-kaling yang dipotomg melintang membelah sehingga
kelihatan empat biji. Motif kawung sebenarnya meniru buah aren atua kolang-kaling
yang dibelah menjadi dua seperti di atas. Sangat menarik untuk pengantin putri.
2. Motif Batik Tambal

Ada kepercayaan bahwa bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai
selimut, maka ia akan cepat sembuh. Tambal artinya menambah semangat hari.
Dengan semangat baru itu diharapkan harapan baru akan muncul sehingga
kesembuhan mudah didapat. Selain itu, dengan kehadiran para penjenguk,
diharapkan si sakit tidak merasa ditinggalkan dan memiliki banyak saudara
sehingga keinginan untuk sembuh semakin besar.
3.Motif Batik Burung Huk (Burung Merak)

Bentuk dasar ragam hias motif burung huk adalah seekor anak burung yang
baru menetas, menggeleparkan kedua sayapnya yang masih lemah, berusaha lepas
dari cangkang telurnya, serta separuh badan dan kedua kakinya masih berada di
dalam cangkang. Motif burung huk juga sering disebut dengan motif burung merak.
Ide dasarnya adalah pandangan hidup tentang kemana jiwa manusia sesudah
mati. Dan gambaran tersebut disimpulkan bahwa kematian hanyalah kerusakan raga,
sedangkan jiwanya tetap hidup menemui Sang Pencipta. Keunikan motif ini adalah
ia selalu hadir bersama dengan motif lainnya, misalnya ceplokan sebagai
selingan motif parang, dalam bentuk yang berbaur dengan motif lainnya.
4. Motif Ceplokan

Pada dasarnya, ceplok merupakan kategori
ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri, seperti segi empat, empat
persegi panjang, bulat telur, atau pun bintang. Ada banyak varian lain dari
motif ceplok, misalnya ceplok sriwedari dan ceplok keci. Batik truntum juga
masuk kategori motif ceplok. Selain itu, motif ceplok juga sering
dipadupadankan dengan berbagai bentuk motif lainnya untuk mendapat corak dan motif batik yang lebih indah.
5. Motif Batik Gurda

Gurda berasal dari kata garuda. Seperti
diketahui, garuda merupakan burung besar. Dalam pandangan masyarakat Jawa,
burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri
dari dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan ekor.
Motif batik gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu.
Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari.
Garuda menjadi tunggangan Batara Wisnu dan dijadikan sebagai lambang matahari.
Oleh masyarakat Jawa, garuda selain sebagai simbol kehidupan juga sebagai
simbol kejantanan.
6.Motif Batik Mega Mendung

Pada bentuk mega mendung, bisa kita lihat garis lengkung dari bentuk
garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar)
yang menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis
lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang
selalu berubah (naik dan turun).
Hal itu kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar atau
menjalani kehidupan sosial agama). Pada akhirnya, membawa dirinya memasuki
dunia baru menuju ke dalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik
dan turun) dan pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah).
Dengan demikian, kita bisa lihat bentuk mega mendung selalu terbentuk
dari lengkungan kecil yang bergerak membesar keluar dan pada akhirnya harus
kembali lagi menjadi putaran kecil, tetapi tidak boleh terputus.
Terlepas dari makna filosofis bahwa mega mendung melambangkan kehidupan
manusia secara utuh sehingga bentuknya
harus menyatu, sisi produksi memang mengharuskan bentuk garis lengkung mega
mendung bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pewarnaan bisa lebih
mudah.
7.Motif Batik Semen Rama

Semen berasal dari kata semi, yaitu tumbuhnya bagian tanaman. Pada umumnya, ornamen pokok pada pola batik motif semen adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan yang digambarkan dengan tumbuh-turnbuhan dan binatang berkaki empat, udara digambarkan dengan awan (mega) dan binatang terbang, serta air atau laut digambarkan dengan binatang air. Sedangkan rama yang merupakan nama motif semen berasal dari nama Ramawijaya. Dalam motif semen rama terdapat pesan atau nasihat Ramawijaya saat penobatan Wibisana sebagai Raja Alengka dalam cerita pewayangan.
Nasihat tersebut termaktub di dalam
asta brata (delapan keutamaan bagi seorang pemimpin), yaitu:
1. Endabrata, yaitu pemberi
kemakmuran dan pelindung dunia. Dilambangkan dengan pohon hayat.
2. Yamabrata, yaitu menghukum yang bersalah secara adil. Dilambangkan dengan awan atau meru (gunung).
3. Suryabrata, yaitu watak matahari yang bersifat tabah. Dilambangkan dengan garuda.
4. Sasibrata, yaitu watak rembulan yang bersifat menggembirakan dan memberi hadiah kepada yang berjasa. Dilambangkan dengan ornamen binatang.
5. Bayubrata, yaitu watak luhur. Dilambangkan dengan ornamen burung.
6. Dhanababrata atau kuwerabrata, yaitu watak sentosa dan memberi kesejahteraan pada bawahan. Dilambangkan dengan ornamen bintang.
7. Pasabrata, yaitu berhati lapang tetapi berbahaya bagi yang mengabaikan. Dilambangkan dengan kapal air.
8. Agnibrata, yaitu kesaktian untuk memberantas musuh. Dilambangkan dengan ornamen lidah api.
2. Yamabrata, yaitu menghukum yang bersalah secara adil. Dilambangkan dengan awan atau meru (gunung).
3. Suryabrata, yaitu watak matahari yang bersifat tabah. Dilambangkan dengan garuda.
4. Sasibrata, yaitu watak rembulan yang bersifat menggembirakan dan memberi hadiah kepada yang berjasa. Dilambangkan dengan ornamen binatang.
5. Bayubrata, yaitu watak luhur. Dilambangkan dengan ornamen burung.
6. Dhanababrata atau kuwerabrata, yaitu watak sentosa dan memberi kesejahteraan pada bawahan. Dilambangkan dengan ornamen bintang.
7. Pasabrata, yaitu berhati lapang tetapi berbahaya bagi yang mengabaikan. Dilambangkan dengan kapal air.
8. Agnibrata, yaitu kesaktian untuk memberantas musuh. Dilambangkan dengan ornamen lidah api.
8. Motif Batik Udan Liris

Motif ini mengandung makna ketabahan dan harus tahan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas. Orang yang berumah tangga, apalagi pengantin baru, harus berani dan mau hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan. Ibaratnya tertimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama.
Suami atau istri merupakan bagian hidup di
dalam rumah tangga. Jika salah satu menghadapi masalah, maka pasangannya harus
ikut membantu menyelesaikan, bukan justru menambahi masalah.
Misalkan, bila suami sedang mendapat cobaan
tergoda oleh perempuan lain, maka sang istri harus bisa bijak mencari solusi dan
mencari penyelesaian permasalahan. Begitu pula sebaliknya, jika sang istri
mendapat godaan dari lelaki lain, tentu suami harus bersikap arif tanpa harus
menaruh curiga yang berlebihan sebelum ditemukan bukti.
9. Motif Batik Parang Kusuma

Motif Batik
Parang Kusuma, bermakna hidup harus dilandasi dengan perjuangan untuk mencari
kebahagiaan lahir dan batin, ibarat keharuman bunga (kusuma). Contohnya, bagi
orang Jawa, yang paling utama dari hidup di masyarakat adalah keharuman
(kebaikan) pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan
santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Mereka harus mematuhi
aturan hidup bermasyarakat dan taat kepada perintah Tuhan.
Kondisi
ini memang tidak mudah untuk direalisasikan, tetapi umumnya orang Jawa berharap
bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin. Mereka akan rnengusahakan
banyak hal untuk mencapai kehidupan bahagia lahir dan batin.
Di zaman yang serba terbuka sekarang ini,
sungguh sulit untuk mencapai ke tingkat hidup seperti yang diharapkan karena
banyak godaan. Orang pun lebih cenderung mencari nama harum dengan cara membeli
dengan uang yang dimiliki, bukan dari tingkah laku dan pribadi yang baik.
10. Motif Batik Parang Rusak Barong

Motif batik parang rusak barong ini berasal
dari kata batu karang dan barong (singa). Parang barong merupakan parang yang
paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya
boleh digunakan untuk raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan
meditasi.
Motif ini diciptakan Sultan Agung
Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja
dengan segala tugas kewajibannya dan kesadaran sebagai seorang manusia yang
kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.
Kata barong berarti sesuatu yang besar dan
ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif parang rusak
barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna
agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar